Kemacetan timbul karena tidak adanya keselarasan antara jumlah ruas jalan, jumlah kendaraan, tata ruang, jumlah manusia relatif terhadap jumlah sarana dan prasarana.
Kebijakan pembangunan yang cenderung horisontal sangat mengaganggu keselarasan lingkungan. Daya dukung lingkungan cenderung menurun sampai akhirnya tidak dapat lagi mendukung lingkungan sekitarnya (pemukiman manusia atau industri). Suatu saat nanti akan terjadi keselarasan yang baru yang prosesnya sudah dimulai dari sekarang. Bukti nyata adalah adanya perubahan iklim karena banyaknya hutan (tropis) yang ditebang baik secara sah maupun liar, berkurangnya wilayah resapan air karena area hijau beralih rupa menjadi pemukiman, industri , kota dan jalan. Akibat dari pembangunan yang tidak bijak, maka timbul apa yang dinamakan pemanasan global yang pada gilirannya mengakibatkan perubahan iklim.
Proses menuju keselarasan baru ini diperkirakan akan sangat dahsyat, entah dalam bentuk bencana alam, kekurangan pangan, perang, wabah penyakit dan sebangsanya. Sebagian sudah kita rasakan bersama, kita tunggu yang lainnya.
Usaha apa yang harus dilakukan manusia? Salah satunya belajar dari orang Baduy.
Apapun usaha kita untuk menciptakan lingkungan yang selaras, patut kita dukung. Baik solsial ekonomi maupun ekologis.
Rabu, 02 Juli 2008
Yan tentang Selaras
Selaras (harmony) adalah sebuah kata yang sangat jarang dipakai dalam khasanah tulis menulis atau percakapan di Indonesia, baik dalam buku, berita koran, tabliod atau majalah, dan media -media elektronik yang ada di Indonesia.
Kata ini begitu berarti bagi saya dan mudah-mudahan bagi kita semua. Kata SELARAS dipakai dalam konteks apapun bisa memberikan rasa nyaman kepada pemakainya, pendengarnya atau pembacanya. Tuhan menciptakan dunia dengan segala isinya dalam suatu keselarasan yang sangat sempurna. Harapan saya, kita akan banyak belajar dari kata ini.
Pada kesempatan-kesempatan berikut saya akan menuliskan esei-esei yang dikaitkan dengan kata SELARAS ini. Selain itu, saya mengundang pembaca blog saya ini untuk ikut menyumbang esei-esei yang menggambarkan keselarasan atau keselarasan yang tercemar atau dicemari.
Wassalam,
Yan K Wiriadipura
Kata ini begitu berarti bagi saya dan mudah-mudahan bagi kita semua. Kata SELARAS dipakai dalam konteks apapun bisa memberikan rasa nyaman kepada pemakainya, pendengarnya atau pembacanya. Tuhan menciptakan dunia dengan segala isinya dalam suatu keselarasan yang sangat sempurna. Harapan saya, kita akan banyak belajar dari kata ini.
Pada kesempatan-kesempatan berikut saya akan menuliskan esei-esei yang dikaitkan dengan kata SELARAS ini. Selain itu, saya mengundang pembaca blog saya ini untuk ikut menyumbang esei-esei yang menggambarkan keselarasan atau keselarasan yang tercemar atau dicemari.
Wassalam,
Yan K Wiriadipura
Langganan:
Postingan (Atom)